Rabu, 10 Februari 2010

Hama, Gulma dan Penyakit pada Tanaman

Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil seperti virus, bakteri atau jamur. Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Kehadiran hama dan penyakit pada tumbuhan jelas merugikan. Langkah pengendalian hanya bisa dilakukan bila para petani mengenal dengan baik gejala srangan atau penyakit yang ditimbulkan masing-masing organisme.

1.Pengertian hama: segala sesuatu yang bersifat mengganggu atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

2. Jenis hama:
   
        1. serangga (insecta)
        2. hewan lunak (Mollusca)
        3. hewan pengerat (rodentia)
        4. mamalia
   

3. Contoh hama:
    1. Insecta:
        a. ulat grayak (Spodoptera litura dan Spodoptera exigua) atau dikenal sebagai army worm,  merupakan hama pada tanaman padi dan palawija, terutama sayur-sayuran, menyerang tanaman pada daun dan buah
        b. ulat kupu artona (Artona catoxanta), menyerang tanaman kelapa pada daun dan buahnya
        c. belalang sexava, terdiri dari
            1. Sexava nubila Stal
            2. Sexava coriacea Linnaeus
            3. Sexava karnyi Leefmans
            4. Sexava novaeguineae, kesemuanya menyerang tanaman kelapa
        d. hama penggerek, biasanya berupa:
            1. penggerek umbi ketela rambat
            2. penggerek batang tebu bergaris
            3. penggerek pucuk jagung
            4. penggerek bunga pisang
            5. penggerek buah jambu air
            6. penggerek biji kedelai
        e. hama wereng coklat (Nilaparvata Lugens), menyerang pada tanaman padi, buah-buahan dan palawija
        f. hama walang sangit (Leptocorisa oratorius F), mengisap cairan saat padi matang susu
   2. Mollusca (hewan lunak):
       1. keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck), menyerang pada tanaman padi
       2. bekicot (Achatina fulica), menyerang hampir semua jenis tanaman (padi, palawija, tanaman hias)
   3. Rodentia (hewan pengerat):
        1. Bajing (Callosciurus notatus), hama pada tanaman kelapa dan kopi
        2. Tikus, bisa berupa tikus wirok (Bandikota indica) atau juga tikus celurut (Suncus murumus)
   4. Mamalia:
       1. Celeng (Sus verrucosus), menyerang hampir semua tanaman (padi, palawija)
       2. Monyet (Macaca fascicularis), menyerang hampir semua tanaman khususnya yang berbuah (pisang, jagung, dll)
  4.GULMA
Gulma adalah tumbuhan pengganggu, bisa berupa tumbuhan liar atau sisa-sisa tanaman budidaya yang sebelumnya ditumpangsarikan dengan tanaman utama. Keberadaan gulma bisa berakibat fatal bagi tanaman utama. Tanaman pengganggu ini bukan hanya menyebabkan pelambatan saat berbuah, tetapi juga potensial mematikan tanaman. Pasalnya, gulma bisa menjadi agen penyebar virus, bakteri, serta cendawan penyebab penyakit. Selain itu, gulma juga bisa menjadi inang atau tempat hidup hama, seperti ulat dan belalang
1. Berdasarkan siklus hidupnya, gulma dapat dikelompokan menjadi :

a. Gulma setahun (gulma semusim, annual weeds), yaitu gulma yang menyelesaikan siklus hidupnya dalam waktu kurang dari satu tahun atau paling lama satu tahun (mulai dari berkecambah sampai memproduksi biji dan kemudian mati). Karena kebanyakan umurnya hanya seumur tanaman semusim, maka gulma tersebut sering disebut sebagai gulma semusim. Walaupun sebenarnya mudah dikendalikan, tetapi kenyataannya kita sering mengalami kesulitan, karena gulma tersebut mempunyai beberapa kelebihan yaitu umurnya pendek, menghasilkan biji dalam jumlah yang banyak dan masa dormansi biji yang panjang sehingga dapat lebih bertahan hidupnya.Contohnya Echinochloa crusgalli, Echinochloa colonum, Monochoria vaginalis, Limnocharis flava, Fimbristylis littoralis dan lain sebagainya.

b. Gulma dua tahun (biennial weeds), yaitu gulma yang menyelesaikan siklus hidupnya lebih dari satu tahun, tetapi tidak lebih dari dua tahun. Pada tahun pertama digunakan untuk pertumbuhan vegetatif menghasilkan bentuk roset dan pada tahun kedua berbunga, menghasilkan biji dan kemudian mati. Pada periode roset gulma tersebut sensitif terhadap herbisida.Contohnya: Dipsacus sylvestris, Echium vulgare, Circium vulgare, Circium altissimum dan Artemisia biennis.

c. Gulma tahunan (perennial weeds), yaitu gulma yang dapat hidup lebih dari dua tahun atau mungkin hampir tidak terbatas (bertahun-tahun). Kebanyakan berkembang biak dengan biji dan banyak diantaranya yang berkembang biak secara vegetatif. Pada keadaan kekurangan air (di musim kemarau) gulma tersebut seolah-olah mati karena bagian yang berada di atas tanah mengering, akan tetapi begitu ada air yang cukup untuk pertumbuhannya akan bersemi kembali.

Berdasarkan cara berkembang biaknya, gulma tahunan dibedakan menjadi dua :

1). Simple perennial, yaitu gulma yang sebenarnya hanya berkembang biak dengan biji, akan tetapi apabila bagian tubuhnya terpotong maka potongannya akan dapat tumbuh menjadi individu baru.Contoh Taraxacum sp. dan Rumex sp., apabila akarnya terpotong menjadi dua, maka masing-masing potongannya akan tumbuh menjadi individu baru.

2). Creeping perennial, yaitu gulma yang dapat berkembang biak dengan akar yang menjalar (root creeping), batang yang menjalar di atas tanah (stolon) atau batang yang menjalar di dalam tanah (rhizoma).Contohnya Cynodon dactylon, Sorgum helepense, Agropyron repens, Circium vulgare. Beberapa diantaranya ada yang berkembang biak dengan umbi (tuber), contohnya Cyperus rotundus dan Helianthus tuberosus. Contoh gulma tahunan populair yang perkembangbiakan utamanya dengan rhizoma adalah alang-alang (Imperata cylindrica). Dengan dimilikinya alat perkembangbiakan vegetatif, maka gulma tersebut sukar sekali untuk diberantas. Adanya pengolahan tanah untuk penanaman tanaman pangan atau tanaman setahun lainnya akan membantu perkembangbiakan, karena dengan terpotong-potongnya rhizoma, stolon atau tubernya maka pertumbuhan baru akan segera dimulai dan dapat tumbuh berkembangbiak dengan pesat dalam waktu yang tidak terlalu lama apabila air tercukupi. Adanya pengendalian dengan frekuensi yang tinggi (sering atau berulang-ulang) baik secara mekanis ataupun secara kimiawi, maka lambat laun pertumbuhannya akan tertekan juga. Satu cara pengendalian yang efektif, yang juga diperlukan adalah dengan membunuh kecambah-kecambah yang baru muncul atau tumbuh di atas permukaan tanah.

2. Berdasarkan habitatnya, gulma dikelompokkan menjadi :

a. Gulma darat (terrestial weeds),habitat tanah atau darat. Contoh Cyperus rotundus, Imperata cylindrica, Cynodon dactylon, Amaranthus spinosus, Mimosa sp. , dan lain sebagainya.

b. Gulma air (aquatic weeds),habitat di air. Gulma air dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :

1). Gulma air garam (saltwater atau marine weeds), yaitu gulma yang hidup pada kondisi air seperti air laut, misal di hutan-hutan bakau.Contoh Enchalus acoroides dan Acrosticum aureum.

2). Gulma air tawar (fresh water weeds),habitat air tawar. Dikelompokkan lagi ke dalam:

a). Gulma yang tumbuh mengapung (floating weeds), contohnya Eichornia crassipes, Salvinia cuculata, Pistia stratiotes.

b). Gulma yang hidup tenggelam (submerged weeds), dibedakan ke dalam :
 Gulma yang hidup melayang (submerged not anchored weeds), contoh Ultricularia gibba.
Gulma yang akarnya masuk ke dalam tanah (submerged anchored weeds), contoh Hydrilla verticillata, Ottelia alismoides, Najas indica, Ceratophyllum demersum.

c). Gulma yang sebagian tubuhnya tenggelam dan sebagian mengapung (emerged weeds), contoh Nymphae spp. , Nymphoides indica.

d). Gulma yang tumbuh di tepian (marginal weeds), contoh Panicum repens, Scleria poaeformis, Rhychospora corymbosa, Polygonum sp., Ludwigia sp., Leersia hexandra, Cyperus elatus.

3. Berdasarkan tempat tumbuhnya, gulma dikelompokkan menjadi :

a. Terdapat di sawah, contohnya Echinochola crusgalli, Echinochola colonum, Monochoria vaginalis, Limnocharis flava, Marsilea crenata.
b. Terdapat di tanah kering atau tegalan, contohnya Cyperus rotundus, Amaranthus spinosus, Eleusine indica.
c. Terdapat di perkebunan besar, contohnya Imperata cylindrica, Salvinia sp., Pistia stratiotes.

4. Berdasarkan sistematikanya, gulma dikelompokan ke dalam :

a. Monocotyledoneae, gulma berakar serabut, susunan tulang daun sejajar atau melengkung, jumlah bagian-bagian bunga tiga atau kelipatannya, dan biji berkeping satu. Contohnya Imperata cylindrica, Cyperus rotundus, Cyperus dactylon, Echinochloa crusgalli, Panicum repens.

b. Dicotyledoneae, gulma berakar tunggang, susunan tulang daun menyirip atau menjari, jumlah bagian-bagian bunga 4 atau 5 atau kelipatannya, dan biji berkeping dua. Contohnya Amaranthus spinosus, Mimosa sp., Euphatorium odoratum.
c. Pteridophyta, berkembang biak secara generatif dengan spora. Sebagai contoh Salvinia sp., Marsilea crenata.

5. Berdasarkan morfologinya, gulma dikelompokan ke dalam :

a. Golongan rumput (grasses)
Gulma golongan rumput, familia Gramineae/Poaceae. Deangan ciri, batang bulat atau agak pipih, kebanyakan berongga.Daun-daun soliter pada buku-buku, tersusun dalam dua deret, umumnya bertulang daun sejajar, terdiri atas dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun. Daun biasanya berbentuk garis (linier), tepi daun rata. Lidah-lidah daun sering kelihatan jelas pada batas antara pelepah daun dan helaian daun.
Dasar karangan bunga satuannya anak bulir (spikelet) yang dapat bertangkai atau tidak (sessilis). Masing-masing anak bulir tersusun atas satu atau lebih bunga kecil (floret), di mana tiap-tiap bunga kecil biasanya dikelilingi oleh sepasang daun pelindung (bractea) yang tidak sama besarnya, yang besar disebut lemna dan yang kecil disebut palea.Buah disebut caryopsis atau grain.Contohnya Imperata cyliindrica, Echinochloa crusgalli, Cynodon dactylon, Panicum repens.

b. Golongan teki (sedges)
Gulma golongan teki,familia Cyperaceae.Batang umumnya berbentuk segitiga, kadang-kadang juga bulat dan biasanya tidak berongga.Daun tersusun dalam tiga deretan, tidak memiliki lidah-lidah daun (ligula).Ibu tangkai karangan bunga tidak berbuku-buku. Bunga sering dalam bulir (spica) atau anak bulir, biasanya dilindungi oleh suatu daun pelindung. Buahnya tidak membuka. Contohnya Cyperus rotundus, Fimbristylis littoralis, Scripus juncoides.

c. Golongan berdaun lebar (broad leaves)
Gulma berdaun lebar umumnya termasuk Dicotyledoneae dan Pteridophyta. Daun lebar dengan tulang daun berbentuk jala. Contohnya Monocharia vaginalis, Limnocharis flava, Eichornia crassipes, Amaranthus spinosus, Portulaca olerace, Lindernia sp.

6. Berdasarkan asalnya, gulma dikelompokan ke dalam :

a. Gulma obligat (obligate weeds) adalah gulma yang tidak pernah dijumpai hidup secara liar dan hanya dapat tumbuh pada tempat-tempat yang dikelola oleh manusia. Contoh Convolvulus arvensis, Monochoria vaginalis, Limnocharis flava.

b. Gulma fakultatif (facultative weeds) adalah gulma yang tumbuh secara liar dan dapat pula tumbuh pada tempat-tempat yang dikelola oleh manusia. Contohnya Imperata cylindrica, Cyperus rotundus Opuntia sp.

7. Berdasarkan parasit atau tidaknya, dibedakan dalam :

a. Gulma non parasit, contohnya Imperata cylindrica, Cyperus rotundus.
b. Gulma parasit, dibedakan lagi menjadi :

1) Gulma parasit sejati, contoh Cuscuta australis (tali putri).
Gulma ini tidak mempunyai daun, tidak mempunyai klorofil, tidak dapat melakukan asimilasi sendiri, kebutuhan akan makannya diambil langsung dari tanaman inangnya dan akar pengisapnya (haustarium) memasuki sampai ke jaringan floem.

2) Gulma semi parasit, contohnya Loranthus pentandrus.
Gulma ini mempunyai daun, mempunyai klorofil, dapat melakukan fotosintesis sendiri, tetapi kebutuhan akan air dan unsur hara lainnya diambil dari tanaman inangnya dan akar pengisapnya masuk sampai ke jaringan xylem.

3) Gulma hiper parasit, contoh Viscum sp.
Gulma ini mempunyai daun, mempunyai klorofil, dapat melakukan fotosintesis sendiri, tetapi kebutuhan akan air dan hara lainnya diambil dari gulma semi parasit, dan akar pengisapnya masuk sampai ke jaringan xylem.

5. Cara Pengendalian Hama
    1. Secara Biologi, yaitu dengan memanfaatkan predator alami dari masing-masing jenis hama.
    2. Secara Kimiawi, yaitu dengan menggunakan:
        a. Insektisida, untuk membasmi hama yang berupa serangga
        b. Malakosida, untuk membasmi hama yang berupa hewan lunak
        c. Rodentisida, untuk membasmi hama yang berupa hewan pengerat
        d. Ovisida, untuk membasmi hama yang berupa telur
        e. Nematosida, untuk membasmi hama yang berupa cacing
        f. Herbisida, untuk membasmi gulma
       g. Fungisida, untuk membasmi hama/penyakit yang disebabkan oleh jamur
    3. Secara Mekanik, yaitu dengan peralatan tertentu untuk mengusir atau meminimalisir jumlah hama pada suatu lahan.
6. Penyakit pada Tanaman
    Gangguan terhadap tanaman yang disebabkan oleh virus, jamur, bakteri maupun cuaca merupakan pengertian penyakit pada tanaman. Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, melainkan mengganggu proses-proses fisiologi yang berlangsung di dalam tubuh tumbuhan.Oleh karena itu, tumbuhan atau tanaman yang terkena penyakit bagian tubuhnya utuh, tetapi proses fisiologis dalam tubuhnya terganggu, yang mengakibatkan aktivitas hidupnya terganggu dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.
6. Contoh-contoh Penyakit pada Tanaman
    1. disebabkan oleh jamur
        1. Penyakit Antraknose pada cabai disebabkan oleh jamur Collectotrichum gloesporiodes
        2. Penyakit busuk daun pada kentang disebabkan jamur Phytoptora infestans
        3. Penyakit busuk akar pada tanaman hias oleh jamur Phytium sp
        4. Penyakit layu fusarium pada tanaman hias disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporium
        5. Penyakit Downey Mildew pada tanaman melon, timun, semangka disebabkan oleh jamur Pseudoperonospora cubensis
    2. disebabkan oleh bakteri
        1. Erwinia coratovora, menyebabkan penyakit layu bakteri pada tanaman hias
        2. Xanthomonas oryzae, menyerang pucuk tanaman padi
        3. Xanthomonas campestris, menyerang tanaman kubis
        4. Pseudomonas solanacerum, merupakan penyakit layu pada terung-terungan
        5. Erwinia amylovora, merupakan penyakit bonyok pada buah-buahan.
   3. disebabkan oleh virus
        1. Virus Tungro, menyebabkan penyakit tungro pada padi
        2. Virus Gemini, menyebabkan penyakit kuning pada cabai
        3. Virus CMV (Cucumber Mozaik Virus), menyerang pada tanaman timun
        4. Sugar Cane Mozaik Virus (SCMV), penyakit mozaik pada jagung
        5. Citrus Van Phloem Degenerations (CVPD), menyerang pada tanaman jeruk.
Langkah – langkah yang harus dilakukan agar tumbuhan tidak tersenang penyakit antara lain sebagai berikut.
1. Usahakan agar tanaman selalu dalam kondisi sehat dengan cara tercukupi segala kebutuhan zat haranya
2. Jangan membiarkan tanaman terlalu rimbun, sehingga tanaman mendapatkan cukup sinar matahari
3. Jangan biarkan tanaman terserang hewan-hewan yang merupakan inang dari virus atau bakteri
4. Jaga agar lingkungan selalu dalam keadaan bersih
5. Penggunaan obat-obatan kimia hanyalah merupakan alternatif paling akhir dalam penyelamatan tanaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar